Sabtu, 05 Januari 2019

Baper



Wanita single mana yang tidak ingin menikah? Ia tahu benar kodratnya, ingin berkumpul bersama pasangan yang Allah takdirkan untuknya, segera. Namun jiwa, terkadang menuntut apa yang sering dipandang mata, dan mampu dirasa indera.

Bersegera padahal terburu-buru
Berkeinginan seperti mendikte Takdir
Berdoa selalu ingin dikabulkan segera

Manusia. Wanita.
Hatinya lembut. Rasa-rasa miliknya mudah terhanyut. Terbawa perasaan menjadikannya mudah berlarut-larut, dalam angan, dalam rasa yang berkecamuk.

Kamu Baper.
Tak dewasa dalam merasa. Tak bijak dalam berprasangka.

Gadis, kamu tahu Tuhan Adil.
Dia ingin kamu bersabar.
Atau mungkin dirimu perlu terus berkaca,
Memperbaiki cela yang ada, sembari menunggu semburat awan cinta yang dikelilingi pahala surga.

@30haribercerita #30hbc2019 #30hbc1905

Tawakkal


Tawakkal itu kondisi dimana seseorang telah berusaha maksimal kemudian menyerahkan hasil akhir urusannya hanya kepada Allah.

Dan Pedagang, adalah pekerjaan yang paling membutuhkan sikap tawakkal.

Logika pada umumnya, bagaimana mungkin setiap penjual mampu mendapatkan keuntungan, jika mereka setiap harinya saling berjejer berdekatan menjajakkan barang yang sama?

Logika dan kuasa manusia begitu pendek jangkauannya. Kuasa Allah tanpa batas lah yang mampu menjadikan apa yang nampak mustahil menjadi nyata. Allah telah jaminkan rezeki dari setiap yang hidup, termasuk pula para pedagang dan para kompetitornya, tanpa tertukar sekalipun.

Optimal terus dalam setiap usaha
Husnudzon selalu pada Allah Ta'ala
Pasrah dan tawakkal kan semua jerih payah
Karena rezeki, takkan pernah lari dari pemiliknya

*renungan hasil jualan sore tadi, meski sepi ada saja yang ternyata mau beli 😍*

@30haribercerita #30hbc1904

Lupa


Kenapa kebanyak orang membenci sifat ini?  Padahal tau kah kita, apa hikmah sifat ini Allah jadikan sebagai salah satu fitrah manusia?

Lupa yang seringkali kita ingat, hanya perihal sikap menyebalkan saat seseorang tak fokus dengan sesuatu hal, hingga ia berakhir dg melupakannya.

Padahal ternyata lupa merupakan sebuah nikmat yang Allah jadikan juga untuk kita. 

Kok bisa? 

Ya, Allah yang berkuasa menjadikan lupa sebagai nikmat. Saat seseorang mengalami sesuatu yang mengerikan ataupun yang menyedihkan, rasa lupa atau teralihkannya perhatian lah yang menjadikan dirinya bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Trauma anak-anak korban bencana pun akan cepat pulih, jika mereka diajak untuk melupakan masa-masa mengerikan yang telah dilaluinya dengan bermain dan bercanda. Lupa-lah yang menjadikan mereka bisa menatap masa depan lebih cerah. Jika tidak diberkahi lupa oleh Allah, tak bisa dibayangkan mimpi buruk bencana yang selalui menghantui.

Maka, selalu ambil poin positif dari segala pemberian Allah Ta'ala. InsyaAllah dirimu akan merasa tenang dan optimis.

Atas berkah Rahmat Allah, kamu mampu melupakan semua hal yang mengerikan, menyedihkan bahkan menyesakkan.

Seperti aku yang lupa menulis di hari ketiga @30haribercerita #30hbc1903 , semoga ada hikmahnya. 😅

Rabu, 02 Januari 2019

Ilmu Sakti Dadakan (Cerita Humor)


Malam itu Ferguso, si sulung, diajak kedua orangtuanya pergi ke resepsi nikah salah seorang kenalan sang Ayah. Ia bertugas menyetir dan menunggui mobil hingga ayah-ibunya selesai menghadiri acara.

"Kak, kamu tunggu sini ya. Ayah-Ibu ke dalam dulu. Kamu jangan jauh-jauh, lho." titip Ayah mengingatkan anak sulungnya satu itu.

"Iya, Kak. Jangan jauh-jauh nunggunya yak." timpal sang Ibu.

"Oke, Yah, Bu. Tenang~" jawabnya santai.

Menunggu memang tidak mengasyikkan, sehingga sepupuku satu itu menghabiskan waktu nya sembari berjalan-jalan di sekitar parkiran resepsi. Ia jajan untuk menghalau rasa lapar, menanti keduanya selesai menghadiri kondangan.

Ayah dan Ibunya yang telah selesai menghadiri undangan tersebut segera menghampiri mobil di parkiran.

Herannya, Ferguso tak ada di sana menunggui mobil. Sang Ibu mulai merasakan firasat tak enak. Sang Ayah yang panik pun menelepon sang Sulung berkali-kali.

****
Tak lama, Ferguso menyadari ponselnya bergetar, tanda ada panggilan masuk. Ia yang sedang makan pun, sesegera mungkin menjawab panggilan itu. Ternyata itu telepon dari Ayahnya.

"Kak, lagi dimana?! Ayah sama Ibu udah selesai nih!" Sang Ayah tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

"Oiya?! Ayah dimana?" Ferguso menjawab tanggap.

"Di dekat mobil. Cepet kesini, Kak! Jangan pake lama! Sekarang" Jawab Ayah cepat.

Lelaki jangkung itu pun bersegera menghampiri mobil yang diparkirnya. Sesampainya di mobil, Ia mencari Ayah-Ibunya sembari membuka pintu mobil. Dan tiba-tiba ia mendapati sosok misterius..

***
"Astaghfirullah!! Kok Ayah sama Ibu sudah di dalam mobil?!" Seru Ali kaget.

"Iya, Nih. Mulai malam ini kami punya Ilmu Sakti Menembus Mobil." Jawab Ibunya singkat sambil menatap si sulung yang sedang terheran-heran.

"Kok?" Tanya Ferguso kebingungan.

"Kakak tu gimana? Disuruh nungguin mobil kok malah begitu! Iih Kakak , Ceroboh nya itu lhooo" tangan sang Ibu mulai menjewer kuping si sulung itu, jengkel.

"Kamu lupa ngunci mobil, Kaak! Untung ga hilang ini mobil Ayah." Jawab sang Ayah sambil gregetan menahan kesal.

Dirinya hanya bisa nyengir karena malu, akibat sikap pelupanya, kini orang tuanya punya Ilmu Sakti Menembus Mobil. Wkwkwk

-02-

Selasa, 01 Januari 2019

Hakikat Kebenaran yang Tulus Tersampaikan


Jaman informasi yang penuh kemudahan ini, banyak orang semakin mudah memperkaya kapasitas diri. Mudah mencari ilmu. Tak lagi berbatas jarak untuk makin  mengetahui dan memahami, segala hal di dunia ini.

Dan kebenaran adalah salah satu yang marak dicari dan didefinisi kembali.

Tapi, dua hari belakangan ini aku sedang gelisah. Gulana perihal kebenaran dan ketulusan dalam penyampaiannya.

Memang begitulah manusia, diberkahi akal untuk bersikap. Disisipkan potensi nafsu sebagai ujian hidup. Maka mereka yang telah mulai untuk banyak belajar, akan terus dipertemukan dengan kebenaran-kebenaran baru yang sebelumnya tak ia kenali. Dan mereka yang lebih dahulu memahami kebenaran tersebut akan selalu diuji dengan ego yang tak sadar mungkin terkesan menghakimi.

Berpikiran terbuka bukan berarti menghindari hakikat kebenaran, apalagi menutup diri dari perbaikan. Dan berilmu bukan berarti bebas menyampaikan, segala yang benar tanpa ketulusan.

Tak apa. Aku hanya sedang bingung. Jika dua hal yang sama-sama bermaksud baik salah paham, bukankah jalan keluarnya adalah saling berlapang atas segala masukan? Janganlah dibenturkan! Yang sedang belajar dengan yang sedang menyampaikan kebenaran tetap bisa sejalan-berdampingan.

Bukankah kebenaran hanya dari Tuhan?

Maka jika nasihat untuk mu berasal dari Tuhan, berlapanglah. Dan jika Kebenaran yang kau sampaikan dari Tuhan, maka tunjukkanlah ketulusan dan kepedulian kepada penerimanya.

Kebenaran tak pernah salah. Kita lah yang sering salah memahami hakikat dan cara penyampaiannya.

-01-

Kamis, 27 Desember 2018

Jika Rasulullah Ada Bersama Kita, ...


"Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada nabiyullah Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Semoga kita termasuk dari pada bagian umatnya yg Beliau akui di akhir zaman nanti."

Tiba-tiba teringat kalimat pembukaan majelis itu. Kenapa?

Beberapa jam yg lalu barusan lihat video seorang gadis muslim ditanya, "Jika Rasulullah ada bersama kita, apa yang ingin kamu katakan kepada beliau?"

"Aku akan memberitahukannya, sampai mana perjuangan kita. Dan apa yang telah Umat Islam lakukan selama ini, selepas ketiadaannya. Dan apa yang telah dilalui umat Islam." Jawab muslimah tersebut.

Jawaban, serta ekspresi keimanannya terpancar. Dia menjawab sembari berusaha tegar, namun akhirnya tangisannya pecah. Membuat aku yang sedang menyaksikannya ikut terenyuh dan seolah terbawa dengan pertanyaan itu. Mata mulai berembun, air mata turun perlahan.
Aku malu.

Jika aku benar-benar diberi kesempatan untuk berhadapan dengan Rasul, rasanya hanya tangis yang akan muncul saat itu. Sedih yang disertai rasa malu. Malu karena mengagumi orang yang tak sama sekali sejalan dg mu wahai Rasul Allah.

Aku teringat kalimat pembuka yang sekaligus doa itu. Tertampar diri ini! Terlebih lagi saat menemukan video muslimah itu. Makin makin aku dibuatnya malu.

Bekal apa yang sudah aku siapkan, agar pantas masuk ke barisan umat yang engkau akui Wahai Rasul? :"(

Senin, 17 Desember 2018

Jangan Galau, Yuk Intip Tips Anti-Galau Cinta Berikut Ini!


Kini, tenar betul istilah galau ini dikalangan anak muda. Kata populer satu ini memiliki arti yakni gelisah atau dilema yang konteksnya kebanyakan adalah perihal cinta. Yah, klasik permasalahan anak muda-mudi belia yang belum menikah.

Cinta adalah fitrah. Galaunya seseorang karena cinta adalah sesuatu yang wajar, jadi  sikapilah perasaan gulana tersebut dengan tepat. Galau cinta adalah bumbu hidup, tak semestinya ia menyita semua energi harianmu. Kamu perlu tahu tips anti-galau berikut ini, biar galau mu tak menghambat aktivitas mu.

1. Cari Aktivitas Favorit

Mengalihkan segenap pikiran dari rasa galau merupakan kunci agar tetap produktif setiap harinya. Salah satu caranya adalah dengan mencari aktivitas favorit mu. Temukan aktivitas seru yang membuat kamu merasa bersemangat dan melupakan perasaan galau dan gundah mu.

Contoh kegiatan seru itu misalnya traveling, menonton film, hunting buku-buku  motivasi ataupun memasak. Segala waktu dan usaha mu mendalami aktivitas favorit itu akan membuat pikiran dan hatimu sibuk dengan hal yang positif. Tentunya hal ini sangat baik untuk mood dan produktifitas harianmu.

2. Banyak-banyak Bersosialisasi

Galau akan semakin menjadi-jadi jika kamu memilih untuk menyendiri. Untuk menghilangkan kecondongan kembali pada perasaan galau, kamu perlu  bertemu dengan orang banyak.

Carilah komunitas yang baik dan bermanfaat bagi keseharianmu. Bertemulah dengan banyak orang baik di sekitarmu. Energi positif mereka akan membuat hari-harimu lebih berwarna dan indah.

Bertemu dengan berbagai macam orang akan melatihmu untuk bersikap lebih terbuka. Hal-hal baru akan kamu temui, membuatmu menyadari bahwa dunia ini luas dan masih banyak yang harus kamu jelajahi.

3. Membantu Orang yang Membutuhkan

Apakah kamu tau, ada rumus baru dalam ilmu psikologi modern? Bahwa kebahagiaan dapat diperoleh dengan berusaha membahagiakan orang lain. Yap, rasa galau yang akan membuatmu lebih banyak bersedih, tidak fokus dan kurang bahagia bisa diatasi dengan tips satu ini.

Kamu bisa mengikuti sebuah lembaga atau komunitas sosial. Dimana kamu akan difasilitasi untuk bertemu dan membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan di sekitarmu.

Saat membantu mereka, kamu akan mendapati perasaan bahagia melihat upaya sederhana itu ternyata sangat berarti untuk mereka. Ini akan memberi sengatan energi positif bagi diri mu, yang sedang berusaha meninggalkan segala kegalauan itu.

4. Dekatkan Diri dengan Allah Ta'ala

Belajar memahami takdir yang diberikan Allah akan membuat hati kecil mu merasa lebih tenang. Mengingat kembali segala hal yang belum kamu dapati di masa kini, pasti memiliki alasan terbaik. Dan pastinya semua itu terjadi, karena Allah telah menyiapkan yang lebih baik dan lebih indah dari segala yang mampu kita bayangkan.

Dekatkan dirimu kepada Allah, agar hati galau mu menjadi tenang. Curahkan segala kegalauanmu kepada Sang Pemilik Kuasa, Allah ta'ala. Tangisan dalam munajat doa mu akan membuat perasaanmu menjadi lebih lega.

Cara ini akan membuat gejolak dalam dada mu berkurang, sehingga perlahan-lahan Allah-lah yang akan bantu menyembuhkan segala kegalauan.

5. Stay Postitive!

Berprasangka baik atau selalu berpandangan positif sangat baik untuk kesehatan psikologismu. Orang yang galau berlebihan akan cenderung berpikiran negatif dan meratapi persoalan penyebab kegalauannya. Maka mereka yang sedang galau, perlu untuk mensugesti dirinya untuk tetap berpikir positif.

Berikut tadi beberapa tips anti-galau untuk kamu. Ingat! Galau itu bisa menghambat produktifitas harianmu jika tak ditangani dengan tepat. Semoga bermanfaat ya!

Rabu, 12 Desember 2018

Menyerap Semua Energi Positif



Kamu punya gak pengalaman healing traveling gitu?

Aku mau nyebut perjalanan napak tilas kehidupan kampus di semarang selama hampir 4 hari ini sebagai healing traveling.

Kenapa?

Iya banget ga sih setiap manusia itu bisa banget turun imannya? Apalagi saat lingkungan baik dan ideal bukan lagi jadi teman sehari-hari.

Setelah setahun lebih mutasi balik ke rumah, kerasa banget ada beberapa kemunduran dalam ibadah. Ibarat kata, ga se-greget dulu saat di kampus. 

Sampe saking jleb nya, pernah banget kena tegur umi di rumah karena kentara betul perbedaan setelah pulang dari Semarang. Bener-bener mikir abis ditegur itu!

Di semarang ada yang namanya wisma, di sana ibadah harian difasilitasi untuk selalu dipantau. 

Semua sholat dikondisikan selalu berjamaah. Sholat tahajud dibangunin. Puasa bisa barengan sama temen-temen yang lain. Tilawah harian pun dicek dan dilaporkan ke PJ wisma. Berangkat kajian bahkan diwajibkan. 

Dan itu semua bisa didapat dengan biaya hidup dan kontrak tahunan yang sangat murah.

Maka bicara segala perbaikan aku di Semarang tak mungkin jika tanpa peran wisma dan para guru-guru ku.

Tak hanya tentang wisma. Semarang juga mengingatkan ku dengan sosok yang menginspirasi yakni para murobbi..

Aku butuh doa dan nasihat mereka. Energi positif dari pancaran baiknya ruhiyah beliau semua. Aku butuh.

Semoga Allah perkenankan kita bertemu lagi ya ustadzah-ustadzah ku.. di jannah kelak. Aamiin.

Aku sedang ingin berubah jadi lebih baik. Semoga masih ada kesempatan. Jadi individu yang lebih ahsan akhlaknya, lebih sholiha dan taat beribadah sunnahnya.

Semarang.. tempat aku menyerap semua energi positif itu. Setiap ada kesempatan, akan kucoba kembali lagi..

Kereta Argo Muria,
Tegal, 12/12/18